Pesawat ulang alik Discovery yang membawa tujuh awak meluncur ke orbitnya, Sabtu (31/5) atau Minggu pagi WIB, membawa sebuah laboratorium Jepang yang akan dipasangkan di stasiun antariksa internasional (ISS), serta sesuatu yang tak kalah penting: pompa toilet.
Discovery melesat ke langit biru cerah yang sedikit berawan pukul 5:02 sore waktu Florida, tepat pada jadwal yang ditentukan. Perjalanannya mewnuju ISS akan makan waktu dua hari. Di ISS, awak Discovery akan memasang laboratorium seharga 1 milyar dollar AS dan menginstal pompa khusus untuk memperbaiki toilet ISS yang rusak.
Adapun laboratorium seukuran bus itu dinamai Kibo, atau “harapan” dalam bahasa Jepang. Kibo akan menjadi ruangan terbesar di stasiun dan melengkapi sarana ISS hingga tiga perempat dari keseluruhan rencana pembangunan.
“Ini adalah hari yang indah untuk peluncuran,” ujar direktur peluncuran NASA, Mike Leinbach, kepada para astronot sebelum memasuki pesawat. Komandan pesawat Mark Kelly yang menyatakan bahwa Kibo adalah harapan bagi stasiun antariksa, membalas dengan kata-kata, “Kini bersiaplah untuk untuk pertunjukkan paling akbar di dunia!”
Hampir 400 wartawan Jepang, petugas program ruang angkasa, dan tamu-tamu lain memenuhi lokasi peluncuran. Kebahagiaan mereka makin memuncak saat penghitungan mundur dilakukan.
“Ini benar-benar hari bersejarah bagi semua pendukung stasiun ruang angkasa,” kata administrator NASA, Michael Griffin. “Juga bagi semua orang yang berharap menyaksikan stasiun ruang angkasa menghasilkan dan melaksanakan apa yang direncanakan untuknya.”
Laboratorium Kibo memiliki panjang 11,5 meter dan berat 14.500 kilogram, sehingga memenuhi seluruh ruang muatan Discovery. Bagian pertama laboratorium itu telah diterbangkan bulan Maret lalu, sementara bagian ketiga dan terakhir akan diterbangkan tahun depan. Secara keseluruhan, harga laboratorium itu lebih dari 2 milyar dollar AS.(Kompas.com/WSN)


















Tinggalkan Balasan