Puluhan delegasi dari sembilan negara ASEAN dipastikan hadir dalam Sidang I Asosiasi Wayang ASEAN yang berlangsung di Palembang tanggal 5-8 September 2007. Mereka akan membahas berbagai agenda, di antaranya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, program kerja, serta rencana aksi dari Asosiasi Wayang ASEAN. Selain Indonesia, kesembilan delegasi tersebut berasal dari negara Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Menurut Ardus M Sawega, salah satu delegasi dari Indonesia sekaligus penasihat Sekretariat Pewayangan Nasional Indonesia “Sena Wangi”, Rabu (5/9), kegiatan Sidang I Asosiasi Wayang ASEAN ini merupakan tindak lanjut dari Festival Wayang ASEAN yang berlangsung di Jakarta pada 29 November 2006.
“Waktu itu, sebanyak 10 negara ASEAN hadir di Jakarta, kecuali Brunei Darussalam karena negara tersebut tidak memiliki seni tradisi wayang. Pertemuan di Palembang tahun ini penting artinya karena menjadi titik awal kebangkitan seni wayang sebagai identitas ASEAN,” kata Ardus.
Menurut dia, negara ASEAN lainnya memiliki seni tradisi wayang, seperti Singapura, Filipina, dan Thailand. Semuanya akan dipentaskan pada kegiatan Sidang I Asosiasi Wayang ASEAN di Palembang.
Pertemuan kali ini juga akan menetapkan rencana aksi, rencana menerbitkan buku wayang di ASEAN, dan peluncuran website tentang Asosiasi Wayang ASEAN. (ONI/kompas)


















Tinggalkan Balasan