Sampai saat ini, masyarakat dari enam desa di Kec Karang Dapo, Kab Mura, yang menjadi korban banjir belum mendapatkan bantuan.
“Petugas kecamatan sudah selesai mendata masyarakat yang terkena korban banjir, dan data tersebut sudah diserahkan kepada Pemkab Mura. Namun, sejauh ini kami masih menunggu datangnya bantuan itu,” kata Camat Karang Dapo Azhar Ibrahim, kemarin.
Pendataan masyarakat yang dilakukan, lanjut Azhar, meliputi korban yang rumahnya terendam air selama 3×24 jam akibat meluapnya Sungai Rawas dan derasnya curah hujan beberapa waktu lalu yang mengguyur kecamatan tersebut.
“Saya juga ingin meluruskan bahwa tidak benar adanya kabar yang beredar di masyarakat bahwa saya telah mendapatkan bantuan dari Wabup Mura. Sebab,takutnya masyarakat menuntut kepada saya, padahal bantuan itu belum ada,” ujarnya seraya mengatakan, meski belum mendapatkan bantuan dari Pemkab Mura, dia tetap meminta kepada warganya supaya tetap bersabar menunggu bantuan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kab Mura Marzuki Tamah melalui Kabid Organisasi dan Bencana kepada wartawan mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak terkait, di antaranya Bulog dan Disperindag Mura,untuk memberikan bantuan kepada korban banjir yang berada di Kec Karang Dapo.
“Kita masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait mengenai bantuan korban banjir,” ujarnya singkat.
Di tempat terpisah,terkait masalah penyakit yang melanda masyarakat pascabanjir, Kepala Dinas Kesehatan Mura Maimunah melalui Kabid Penanganan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PL) Patih mengungkapkan, penyakit yang sering menyerang warga pascabanjir adalah diare dan gatal-gatal.
“Dari data di lapangan, terdapat 6 warga yang terkena diaredan10orangyangterkena gatal-gatal. Namun, kita telah menanggulanginya melalui puskesmas setempat sehingga tidak mengakibatkan kondisi semakin parah,” katanya.
Untuk mengatasi hal-hal yang tidak dinginkan, pihaknya setiap hari selalu menghubungi puskesmas setempat guna menanyakan perkembangan di daerah itu. “Kita telepon terus setiap hari petugas puskesmas di sana. Yang jelas, sekarang kondisinya sudah normal kembali,” pungkasnya. (ade satia pratama/SINDO)











![[2026] Proyek Perluasan dan Pendalaman Kolam Retensi Simpang Polda](https://infokito.blog/wp-content/uploads/2018/07/logoagplg.jpg)









Tinggalkan Balasan